4 Cara Iblis
Melawan Kita di Zaman Modern Ini
Iblis itu nyata
ada, Alkitab menunjukkannya!
Sebuah pertanyaan
serius yang harus ditanyakan setiap orang Kristen pada diri mereka sendiri
adalah, “Apakah aku percaya pada iblis?” Sangat menggoda untuk memikirkan iblis
dalam istilah abstrak atau kartun - makhluk yang menjengkelkan dan suka
mencampurkan tanduk dan garpu rumput serta mengintai untuk menabur kekacauan di
bumi ini. Tetapi mempertimbangkan realitas Setan sangat penting bagi pengalaman
Kristen - dan pemeriksaan yang bijaksana tentang cara-caranya menyebabkan
refleksi, doa, dan bahkan perubahan nyata yang sangat dibutuhkan.
Yehezkiel
28:12-17 memberi kita latar belakang Setan, menjelaskan kejatuhan iblis dari
surga. Salah satu "kerub penjaga" yang penuh dengan kebijaksanaan dan
rahmat, "Lucifer" (diterjemahkan menjadi "bintang pagi")
menjadi bangga karena keindahan dan rahmatnya yang luar biasa, dan diusir dari
surga, di mana ia "dijadikan tontonan di hadapan raja-raja .”
Penjaga yang
jatuh ini bertekad untuk menghancurkan segala sesuatu yang baik — terutama
manusia yang dikasihi Tuhan. Dia sama kuat dan nyatanya hari ini seperti
sebelumnya, dan kita harus memperhatikan taktik jahatnya. Berikut adalah empat
cara iblis bekerja hari ini:
Hati-hati Dengan
Tipu Dayanya!
1. Setan
Meyakinkan Kita Dia Tidak Ada
“Trik terbesar
yang pernah dilakukan Iblis adalah meyakinkan dunia bahwa dia tidak ada” adalah
kalimat dari film “The Usual Suspects,” tahun 1995 dan juga merupakan tema
sentral dari buku terkenal oleh apologis dan teolog CS Lewis, “The Screwtape
Letters,” yang menggambarkan hubungan fiksi antara iblis senior dan iblis
junior. Tema ini telah dijelaskan dari mimbar-mimbar di seluruh dunia karena
ini adalah salah satu tipu muslihat Setan yang paling cerdik — lagi pula,
bagaimana anda bisa waspada terhadap sesuatu yang hanya fiksi?
Hari ini kita
ingin terlihat canggih, duniawi, dan jauh di atas kepercayaan kuno dan dogma
basi. Dunia dan kita bergerak dengan cepat, dan kita tidak ingin terjebak oleh
cara berpikir dan keyakinan yang ketinggalan zaman. Suatu kekeliruan! Inilah
yang iblis andalkan!
Akan jauh lebih
baik berpegang pada kebenaran Injil untuk kehidupan yang baik. Jika Alkitab
memperingatkan kamu tentang iblis, perlakukanlah ini dengan serius seperti
semua bagian lain dari hikmat yang kokoh dari Firman Tuhan - jangan pilih-pilih
dalam masalah ini karena bisa membuat kamu kehilangan rohmu!
2. Setan Mempromosikan
Dusta
Alkitab memberi
tahu kita bahwa berdusta adalah dasar dari karakter iblis yang korup dan
bangkrut. Yesus melihat banyak hal jahat yang dapat dilakukan manusia — banyak
pemimpin agama Yahudi pada zamannya secara terbuka meragukan-Nya dan secara
aktif menentang pesan penyelamatan-Nya. Yohanes 8:44 membagikan kata-kata
celaan Yesus yang keras dan sangat dibutuhkan: “Kamu sama seperti bapamu yang
sebenarnya, iblis; dan kamu menghabiskan waktumu mengejar hal-hal yang bapamu
inginkan. Dia mulai sebagai pembunuh manusia, dan dia tidak bisa hidup dalam
kebenaran sebab didalamnya tidak ada kebenaran. Pada inti karakternya, dia
adalah pendusta; semua yang dia katakan berasal dari dusta karena dia adalah
bapa segala dusta.”
Ayat di atas
mengingatkan kita bahwa iblis “tidak dapat menghadapi kebenaran.” Hari ini,
informasi yang salah, kebingungan, dan dusta berlimpah melalui berita dan media
sosial — media sosial ini menjadi alat teknologi yang, secara ironis,
seharusnya meningkatkan kehidupan kita. Kita sering menemukan bahwa kita tidak
tahu apa yang harus dipercaya, karena banyak jurnalis berita yang kurang
mengandalkan fakta dan lebih mengandalkan pendapat mereka sendiri. Sayangnya,
beberapa individu tampaknya senang merendahkan orang lain dan berbohong tentang
mereka di balik layar keamanan anonimitas media sosial. Berbagai saluran
informasi yang salah ini berfungsi untuk memecah belah kita dan membagi kita
menjadi kubu yang berlawanan — betapa memuaskan ini bagi iblis!
Selain itu, kita
percaya dusta tentang diri kita sendiri, karena iblis tidak hanya berusaha
memisahkan kita dari Tuhan tetapi juga dari satu sama lain. Tidak percaya diri
yang meningkat menyebabkan banyaknya berbagai penyakit sosial. Anak-anak
dirundung seperti belum pernah sebelumnya, tingkat bunuh diri meningkat, dan
kekejaman manusia kelihatannya berada pada puncak yang menakutkan dalam
masyarakat di seluruh dunia.
3. Setan
Membujuk Kita dengan Kekayaan dan Status
Uang dan
kekuasaan menempati tempat yang terlalu tinggi dalam banyak kehidupan, dan
Setan mengetahui ini. Karena dia akan melakukan segalanya untuk memikat kita
supaya menjauh dari kasih perlindungan Tuhan, dia menggunakan alat yang sangat
efektif ini setiap saat setiap hari, di seluruh dunia. Setan itu licik; kita
tidak harus berbicara tentang miliaran dolar atau posisi kekuasaan publik yang
tinggi, tetapi uang dan kekuasaan apa pun yang korup. Misalnya, saya dan suami
setuju untuk tidak minum kopi dari Dunkin' Donuts bertahun-tahun yang lalu saat
kami mencoba menghemat uang. Apa yang saya lakukan? Saya menyelinap keluar
beberapa kali dan tetap mendapatkan kopinya. Atau, pernahkah kamu berebut
kekuasaan di dewan sekolah, komite kerja, atau bahkan di dalam keluargamu?
Berdoalah untuk peristiwa-peristiwa yang tampaknya “kecil” ini; ini mungkin
iblis yang merusak karaktermu dalam hal-hal kecil yang mudah diabaikan. Matius
4:8-11 menjelaskan bagaimana iblis bahkan mencobai Yesus dengan kuasa dan
tanggapan Yesus terhadap godaan itu. “Sekali lagi, iblis membawanya keatas
gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia
dengan kemegahannya. 'Semua ini akan kuberikan kepada-Mu,' katanya, 'jika
Engkau sujud menyembah aku.'”
Yesus, yang
sempurna, menjawab, “Jauhi Aku, Setan! Karena ada tertulis: 'Sembahlah Tuhan,
Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah berbakti.'” Kemudian, para malaikat
datang melayani Yesus. Kita perlu menjadi lebih seperti Yesus, dan menghindari
kekuasaan dan uang demi ketaatan kepada Tuhan, perhatian dan pelayanan kepada
orang lain.
4. Setan
Memperdaya Kita
Ketika Setan
pertama kali muncul di dalam Alkitab, ia mencoba untuk membingungkan Hawa dan
mengurai firman Tuhan agar tampaknya diambil dengan beberapa cara yang berbeda.
Dalam Kejadian 3:1 kita membaca, “Ular itu lebih licik dari pada semua binatang
buas yang dijadikan Tuhan Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu, 'Apakah
Tuhan benar-benar berfirman, kamu tidak boleh makan dari pohon apa pun di
taman?'"
Dia mencoba
membingungkan Hawa, memperdayanya untuk menjauh dari apa yang baik untuknya.
Iblis melanjutkan
tipuannya setelah Hawa menegaskan bahwa Tuhan mengatakan kepadanya bahwa dia
akan mati jika dia memakan buah dari pohon terlarang. "'Kamu pasti tidak
akan mati,' kata ular itu kepada perempuan itu. ‘Karena Tuhan tahu bahwa pada
saat kamu memakannya, matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Tuhan,
tahu tentang yang baik dan yang jahat.’” (Kejadian 3:4) Lihat apa yang dia
lakukan di sini? Kamu hampir dapat mendengar iblis secara bersamaan menawarkan
kekuatan kepada Hawa sambil membuatnya merasa bodoh karena mempercayai Tuhan.
Berapa kali kita
tergoda untuk merasa sedikit bodoh atau ragu-ragu untuk membagikan fakta bahwa
kita adalah orang Kristen? Bahan pemikiran.
Bagaimana Kita Melawan Iblis?
Untuk melawan
iblis, pertama-tama kita harus mengenalinya. Kita harus mengakui keberadaannya,
dan menyadari bahwa dia membenci kita dan membenci Tuhan, dan akan melakukan
apa saja untuk menghancurkan hidup kita dan memperdaya kita ke dalam kekekalan
di neraka.
Kita juga harus
secara aktif berjaga-jaga terhadap Setan, mengenali cara-caranya yang kejam,
jahat, dan kacau di dunia kita dan dalam hidup kita. Rasul Petrus menulis,
“Waspadalah dan pikiran yang tenang. Lawanmu si iblis berjalan keliling seperti
singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia
dengan iman yang teguh, karena kamu tahu bahwa keluarga orang percaya di
seluruh dunia sedang mengalami penderitaan yang sama.” (1 Petrus 5:8-9)
Kita juga harus
berada dalam hubungan yang mantap dengan Tuhan, taat dan berdoa. Kata rasul
Yakobus, “Tundukkanlah dirimu kepada Tuhan. Lawanlah iblis maka dia akan lari
dari padamu.” (Yakobus 4:7)
Ingatlah, Setan
tidak mengendalikan bumi, dan dia tidak mengendalikan kamu. Kamu dapat
menentukan apakah dia akan mendatangkan malapetaka dalam hidupmu, atau apakah
dia akan dipermalukan, frustrasi, dan dibuang oleh pikiran, perkataan, dan
perbuatanmu yang penuh doa. Tuhan akan memberikan perisai pelindung terhadap
iblis, betapa besar kasih dan perhatian-Nya untukmu. Yesaya 54:17 mengingatkan
kita, “Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan
kamu akan menyangkal setiap lidah yang menuduh kamu. Ini adalah warisan para hamba
Tuhan, dan ini adalah kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku,” demikianlah
firman Tuhan.
(Oleh: Deirdre
Reilly – Terj: Hardi Mega)