Artikel Gereja

DIBERKATI PADA SAAT SULIT

Dia tidak akan pernah memberi kita lebih dari yang bisa kita tangani dengan kuasa-Nya.”

…TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. (Amsal 3:12).

Ada saat-saat dalam hidup saya, saya merenungkan tentang disiplin Tuhan. Bagaimana tepatnya Dia mendisiplinkan kita dan mengapa Dia melakukannya?

Ibrani 12:7 mengatakan, “Bertahanlah dalam kesulitan sebagai disiplin.”

Kitab suci ini mengungkapkan bahwa Tuhan mendisiplin kita melalui keadaan yang sulit. Beberapa dari keadaan ini berasal dari dosa kita; beberapa datang dari dosa orang lain yang memengaruhi kita, dan beberapa berasal dari kesulitan hidup.

Tuhan dapat menggunakan keadaan sulit apapun untuk mendisiplin kita.

Untuk memastikan kesulitan sebagai disiplin maka dikatakan kita perlu percaya bahwa Tuhan memiliki kepentingan terbaik kita dalam pikiran-Nya, bahwa setiap keadaan sulit, tidak peduli seberapa buruknya, digunakan oleh-Nya untuk kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.

Tetapi tidak selalu mudah untuk memercayai Tuhan selama masa-masa sulit. Mengapa?

Pertama, karena kita mungkin tidak memiliki perspektif yang benar tentang Tuhan. Kita mungkin tidak memercayai hati dan kasih-Nya. Sebaliknya, kita mungkin melihat Dia sebagai sosok yang kejam, marah, atau penuh kebencian.

Ini mengingatkan saya pada seorang teman kuliah yang hanya melihat Kitab Suci tentang kemurkaan dan hukuman ketika dia membuka Alkitab. Dia takut akan Tuhan dan tidak percaya bahwa Tuhan mengasihinya, jadi alih-alih bisa bersukacita dalam keadaannya dan percaya Tuhan mengerjakan segala sesuatu untuk kebaikannya, dia merana di bawah beban perasaan bahwa dia tidak cukup baik dan bahwa Tuhan ingin menghukumnya ketika dia melakukan suatu kesalahan.

Jika kita memiliki pandangan yang salah tentang Tuhan saat kita mengalami kesulitan, kita tidak akan dapat menganggap itu sebagai sukacita (Yakobus 1:2) dan kita tidak akan dapat melihat bahwa disiplin-Nya dilakukan dalam kasih. Sebaliknya, kita akan menyalahkan-Nya dan marah kepada-Nya, bahkan mungkin merasa dikhianati dan ditinggalkan. Tetapi, Tuhan ingin kita memiliki keyakinan yang mendalam bahwa kita dipegang di tangan kasih-Nya dan kita diberkati di saat-saat sulit.

Mengapa Tuhan mendisiplin kita?

Ibrani 12:10 mengatakan, “Allah mendisiplin kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh  bagian dalam kekudusan-Nya.”

Tujuan dari disiplin Tuhan tidak pernah untuk menghukum. Hukuman berakar pada ketakutan, namun disiplin Tuhan berakar pada kasih, karena Dia adalah kasih.

Disiplin tidak pernah untuk mengurangi kita, tetapi selalu menambah kita sehingga kita bisa menjadi lebih seperti Kristus. Bahkan jika itu berarti Tuhan sedang menghilangkan kebiasaan buruk atau perilaku yang tidak beriman dari kita dengan cara mendisiplinkan kita.

Jika tujuan dari kesulitan adalah agar kita ikut ambil bagian dalam kekudusan-Nya, kita harus percaya bahwa Tuhan tahu persis jenis kesulitan apa dan seberapa besar kesulitan yang diizinkan dalam hidup kita untuk membuat kita semakin serupa dengan Dia.

Dia tidak akan pernah memberi kita lebih dari yang bisa kita tangani dengan kuasa-Nya.

Selama masa disiplin kita, akan sangat sulit untuk melihat apa yang Tuhan sedang lakukan. Hanya setelah kita melihat ke belakang, kita dapat melihat bagaimana Dia mencetak, membentuk, dan mengubah kita. Hanya setelah kita melewati badai, kita dapat melihat tujuan itu. Sebagai hasilnya, kita akan mengalami iman yang lebih besar dan hubungan kita dengan Kristus menjadi lebih kuat.

Apakah anda sedang mengalami masa sulit? Ingatlah bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup anda disaring melalui tangan kasih-Nya, dan bahwa Dia tidak akan pernah mengkhianati anda.

“Sebab ketakutan mengandung hukuman, dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (1 Yohanes 4:18).

Doa

Tuhan, terima kasih atas disiplin kasih-Mu yang membuatku semakin seperti-Mu. Tolonglah aku untuk tunduk kepada-Mu dan tidak bertengkar dengan-Mu selama masa-masa sulit. Aku mengasihi-MU. Amin.

Oleh: Shana Schutte - Terj. : Hardi Mega

Related Posts